LESSON 02 / 04
Machine Learning vs Deep Learning
14 menit bacaPeta Dunia AI
Dua dunia yang sering disamakan
Machine learning klasik memakai algoritma seperti decision tree, regresi, atau gradient boosting. Ciri khasnya: fitur ditentukan manusia, data yang dibutuhkan relatif kecil, hasilnya mudah dijelaskan.
Deep learning memakai jaringan saraf berlapis yang menemukan fiturnya sendiri. Butuh data besar dan komputasi besar, tapi menang telak untuk tugas kompleks seperti visi dan bahasa.
Kapan pakai yang mana?
| Situasi | Pilihan masuk akal | |---|---| | Data tabular kecil (Excel 500 baris) | ML klasik (mis. gradient boosting) | | Deteksi objek di gambar | Deep learning | | Prediksi harga rumah sederhana | ML klasik | | Memahami & menghasilkan teks | Model bahasa besar (deep learning) |
Kenapa sekarang semua "AI"?
Sejak 2012 (AlexNet) dan meledak lagi 2022 (ChatGPT), deep learning membuktikan hasil yang dulu mustahil. Vendor lalu menempelkan label "AI" ke semua produk — kadang bermakna, kadang cuma marketing.
Latihan 2 menit
Buka berita teknologi hari ini, temukan satu klaim "berbasis AI", lalu tanya: ini ML klasik, deep learning, atau sekadar aturan if-else dengan branding?