LESSON 02 / 04
No-code vs Code-first Automation
13 menit bacaOtomasi Kerja dengan AI
Dua dunia, satu tujuan
No-code / low-code (Zapier, Make, n8n)
Kuat untuk: integrasi antar SaaS (Gmail → Sheets → Slack), prototipe cepat, tim non-teknis sebagai owner.
Lemah pada: logika kompleks, biaya per-task saat volume naik, pengujian yang serius.
Code-first (skrip + cron / serverless)
Kuat untuk: logika custom, transformasi data non-trivial, kontrol penuh + version control + test.
Lemah pada: waktu setup awal, butuh maintenance mindset.
Kerangka keputusan 4 pertanyaan
- Apakah ini murni "pindahkan data antar 2–3 layanan populer"? → no-code.
- Apakah butuh logika kondisional rumit atau parsing khusus? → code.
- Siapa yang akan merawatnya tahun depan? → pilih sesuai kemampuan orang itu.
- Apakah volume task-nya ribuan/bulan? → cek matematika harga no-code.
Pola hibrida yang sering optimal
[n8n/Zapier] ──trigger──▶ [serverless function-mu] ──▶ [LLM step] ──▶ [kirim hasil]
Orkestrator visual untuk trigger & distribusi, kode untuk otak. Kamu mendapatkan kecepatan visual dan kontrol teknis.