LESSON 04 / 04
Workflow Agentic yang Aman untuk Repo Nyata
16 menit bacaCoding Agents: Claude Code & OpenCode
Otonomi itu gradien, bukan saklar
Agent yang bisa mengedit repo adalah pedang bermata dua. Tim-tim yang sukses memakai coding agent bukan karena berani, tapi karena memasang pagar — dan menaikkan otonomi agent secara bertahap seiring kepercayaan.
Tingkat otonomi
| Level | Agent boleh | Kamu tetap pegang | |---|---|---| | 1 — Saran | Baca repo, usulkan diff | Semua keputusan & edit | | 2 — Terpandu | Edit dengan persetujuan tiap file | Merge & commit | | 3 — Terawat | Edit + test + commit di branch | Merge ke main | | 4 — Otonom | Selesaikan issue utuh di branch terpisah | Review PR akhir |
Mulai dari level 1-2 untuk repo baru. Naikkan hanya setelah track record bersih.
Ritual harian yang menyelamatkan
- Branch per tugas — pekerjaan agent TIDAK PERNAH di main.
- Commit kecil — satu langkah logis = satu commit; pesan commit jelas.
- Spec sebelum eksekusi — tulis 3-5 baris "definisi selesai" sebelum memanggil agent. Tanpa ini, agent mendefinisikan selesai versinya sendiri.
- Test sebagai rem — "jangan merge kalau test merah" adalah aturan yang agent tidak bisa menegosiasikannya.
- Review diff seperti review PR junior — hormati kecepatannya, curigai kepercayaan dirinya.
Kapan agent gagal (dan itu normal)
- Scope terlalu besar → pecah jadi tugas anak.
- Konteks kurang → arahkan file/dokumen spesifik.
- Instruksi ambigu → tulis ulang, jangan ulang-ulang retry.
Agent menulis ribuan baris per jam. Kecepatan review-mu sekarang jembatan terkuat antara "cepat" dan "benar".